Jumat, 09 November 2012

solusi wali kelas dalam memecahkan permasalahan siswa-siswi di Sekolah


       Guru yang menjadi  wali kelas  di sebuah Sekolah Menengah Atas ditunjuk oleh kepala sekolah pada awal tahun ajaran baru, akan mempunyai tugas ganda, selain mengajar diapun mempunyai tanggung jawab lain , seperti  mengelola kelas tertentu, sebagai penganti orang tua  yang memperhatikan perkembangan belajar  anak-anaknya setiap hari di sekolah mulai dari kehadiran di kelas, kegiatan apel senin, lingkungan kebersihan sekolah, senam pagi , pengembangan bakat dan lain sebagainya. Mengisi raport dan membagikan diakhir semester atau tahun pelajaran, memilah siswa yang bermasalah, memanggil guna membantu mengatasi / memecahkan permasalahan yang dihadapi siswa-siswi di kelas. sebagai mediator antara siswa dengan guru mata pelajaran, siswa dengan siswa, siswa dengan orang tua, siswa dengan kepala sekolah dalam hal perkembangan belajar. Mengajarkan kejujuran, mencintai sesama insan, melaksanakan sholat lima waktu tepat waktu.

       Sepertinya sih! tidak ada masalah seandainya siswa-siswinya semua rajin-rajin dan mengikuti seluruh kegiatan yang sudah ditentukan sekolah, namun dari semua  siswa-siswi tentu ada beberapa yang sering absen dari beberapa kegiatan sekolah. disinilah permasalahan mulai muncul, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan seorang wali kelas ketika menjumpai permasalahan yang dihadapi siswa-siswinya .

1.  Catat semua data yang terdapat pada buku monitoring kelas untuk megetahui permasalahan.
2. Berkunjung ke rumah orang tuanya untuk men-diskusikan masalah yang dihadapi.
3. bekerja sama dengan guru BP, wakasek kesiswaan dan teman  untuk memanggil orang tua siswa-siswi yang bermasalah.
4.. Pemecahan permasalahan yang dilakukan  tidak sama tergantung latar belakang siswa-siswi yang bermasalahan.
5.. Bijaksana memberikan solusi permasalahan.

       Wali kelas diharapkan mempunyai sifat sabar karena sabar itu sebenarnya tiada batasnya, welas asih, ngemong sehingga mampu meredam emosi yang menguras kesabaran ketika memberikan solusi pemecahan masalah, karena kita akan menghadapi siswa-siswi yang masih labil sifatnya, berkepribadian ganda, bandel , misal ketika kita memanggil orang tua, yang datang ternyata  tukang ojek sehingga ditakutkan wali kelas akan menjadi emosional. Masih banyak lagi pengalaman dalam  menghadapi siswa yang bermasalah.Semoga kita yang berprofesi guru atau wali kelas dianugerahi Allah kesabaran untuk membantu dalam memberikan solusi yang terbaik bagi siswa-siswi.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar